:: Berbahagialah Menjadi Warga Transnasional !

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT yang telah menghantarkan penulis blog ini keluar di jalan Allah SWT selama dua bulan. Penulis dihantar ke tempat yang selama ini hanya berada dalam angan-angan saja, yaitu ke negeri India, salah satu negara dari tiga negara IPB (India Pakistan Bangladesh). Saat ini cuma dapat kebagian satu negara saja, mudah-mudahan di masa yang akan datang dapat dihantar ke kedua negara yang lain serta ke negara-negara di dunia lainnya.

Tanggal 08 Nopember 2008, kami berangkat dari Jakarta ke Kuala Lumpur dengan pesawat Lion Air, berdua dengan seorang teman dari Menado. Sebenarnya pada hari itu, banyak teman yang akan keluar 4 bulan ke IPB, tetapi setelah bermusyawarah, mereka mengambil keputusan untuk berangkat melalui Batam dengan salah satu pertimbangan antara lain untuk mencari biaya lebih murah, sementara untuk kami yang hanya keluar dua bulan, disarankan untuk langsung terbang ke Kuala Lumpur saja.

Jamaah-jamaah dari Indonesia yang akan keluar ke IPB, selalu disarankan untuk transit di Markaz Tabligh Malaysia di kawasan Sri Petaling, Kuala Lumpur. Di markaz ini ada seorang saudara kita dari Malaysia bernama Haji Mukhtar yang selalu siap membantu dan melayani jamaah-jamaah yang akan pergi ke IPB, terutama dalam hal pengurusan visa dan tiket pesawat.

Di Markaz Sri Petaling kami tinggal selama tiga hari, di sini kami dapat melihat dan belajar langsung bagaimana saudara-saudara kita di Malaysia menghidupkan amalan-amalan agama di markaz, kami juga bertemu dengan beberapa jamaah dari negara lain yang sedang transit di markaz Malaysia.

Pada tanggal 11 Nopember 2008, kami terbang ke India dengan pesawat Srilangkan Air. Harga tiket pesawat Kuala Lumpur-Colombo-New Delhi pulang pergi sekitar 1.480 Ringgit Malaysia.  Untuk mereka yang keluar 4 bulan di dua negara (India & Bangladesh) biasanya menggunakan Air India atau Biman, harga tiketnya sekitar 2.100 ringgit dan 1800 ringgit.

Kami berangkat dari Kuala Lumpur International Airport sekitar jam 08.00 pagi, tiga jam kemudian sampai di bandara Colombo, Srilangka. Menunggu pesawat transit disana selama 5 jam, kemudian terbang lagi ke India selama 3 jam, kami tiba di Bandara Indira Gandhi pada sekitar jam 18.00 sore hari.

Dari bandara kami menyewa taksi seharga 260 Rupee, menuju ke Masjid Banglawali, Markaz Tabligh Dunia, di kawasan Basthi Nizamuddin, New Delhi, India.

Di Nizamuddin inilah perjalanan sesungguhnya dimulai. Di Markaz ini kita bisa duduk, bermuzakarah, makan, tidur bersama dengan saudara-saudara kita dari seluruh dunia, dari Eropa, Amerika, Australia, Afrika dan negara-negara Asia lainnya.

Tiap hari ratusan orang dari berbagai negara di dunia datang ke Nizamuddin untuk belajar usaha agama. Indonesia, termasuk negara yang paling banyak mengirimkan para karkunnya ke Nizamuddin ini. Selama waktu 4 bulan terakhir lebih dari 700 orang datang ke markaz ini, hampir tiap minggu ada saja jamaah dari Indonesia yang datang dan pergi di markaz ini.

Di markaz inilah kita betul-betul dapat merasakan bahwa kita adalah bagian dari warga dunia, bahwa agama kita adalah agama yang rahmatan lil ‘alamin, yang tak mengenal batas bangsa dan negara, bahwa Nabi kita adalah Nabi yang diutus untuk seluruh umat manusia, kaffatan linnas. Di markaz ini kita betul-betul bisa merasakan persaudaraan dengan saudara-saudara kita dari seluruh penjuru dunia.

Berbahagialah dan bersyukurlah mereka yang bisa menjadi bagian dari warga dan gerakan transnasional yang semakin mendunia ini !

insyallah bersambung…

14 Responses so far »

  1. 1

    yeyen said,

    ogah ah…..tasawwuf masa kani,yang ikut paling yang buntu ilmunya,kok gak belajar di negeri makkah apa madinah……

    ::> yeyen
    Alhamdulillah sekarang orang Makkah dan Madinah sudah mulai ikut. Insyaallah suatu saat Pusat dakwah akan kembalu ke asalnya…

    • 2

      sena said,

      Masih banyak saudara-saudara kita yang belum paham akan usaha dakwah ini, apabila Allah bukakan hati mereka …Insya Allah segala fitnah dan tuduhan yang sebenarnya nista akan berubah menjadi Hidayah…

    • 3

      edward said,

      kenali dulu baru komen

  2. 4

    rahman said,

    insyaALLAh yeyen akan jd dai ALLAH

  3. 5

    LALU YAKUB said,

    ALHAMDULILLAH

    Bulan yang sama dengan antum saya juga sedang keluar ke IPB akan tetapi yang sangat saya sesalkan sampai-sampai saya menangis, masa saya sudah berakhir sebelum Ijtima’ Tonggi sedangkan Tiket Kuala Lumpur-Jakarta sudah saya boking 4 bulan sebelum pulang sihingga saya tidak dapat menghadiri Ijtima’ yang sudah diambang pintu, jamaah sudah mulai berdatangan dari seluruh dunia, namun saya dengan saudara Saya Pak Guadi sari semarang malah pulang, Innalillahi Wainnailairojiun. Sy niat untuk kenegeri jauh tahun 2012 Mohon do’a Antum.

  4. 6

    Ahmad cipto said,

    Ass, ya ikhwan, saya niat tambah pengorbanan. Tlg do’a buat saya. Jazq.

    • 7

      usman said,

      wss, mdh2 alah mdahkan alah berangkatkan seluruh almayah… tapi IPB dulu 4 bln…trus NE-JA oke dain ana 2 bln IP masturah DES 2010…..

  5. 8

    karkun tobat said,

    Tobat ane jadi JT,dulu ane terhitung karkun joss,joss amal maqomi,josh tasykilat,joss khususi,tp ane sadar tetap bergabung dgn jamaah ini hanya akan melobangi agama yg hanif ini,banyak bid’ah ya akhi dalam tabligh,kapankah kita bisa merubah kemungkaran dan bid’ah dlm adab2 dakwah tabligh,di satu ijtimai atau jord dgn jord yg lain kita disuguhkan pemahaman yg berbeda2 perihal aqidah dan manhaj..risau dan pikir yg tertinggi yaitu bagaimana agar islam ini tumbuh dgn ilmu yg shahih,agar dakwah seluruh alam dakwah sampai mati berbuah berkah..bagi yg sudah ke IPB dan negeri jauh,sy month bertanya,bagaimana mungkin nizamuddin markas dakwah dunia berdampingan dgn para quburiyyun di aulia dengan damai,bgmana mgkin amalan bid’ah bisa membawa kita kepada manisnya dan jayanya sunnah,sy ushuli kpd kita semua untuk hidupkan sunnah jauhkan bid’ah,krn bid’ah melobangi perahu agama ini,bid’ah tempatnya di nerakanya Allah azza wa jalla.

    ::> karkun tobat
    Nggak ada yang maksa dalam usaha ini Mas, mau aktif mau tidak aktif itu terserah, urusan pribadi masing-masing.
    Kalau anda gak suka, ya gak usah membid’ah-bid’ahkan yang lain. Khawatirnya hal itu jatuh kepada Anda pribadi sendiri…

    • 9

      amin said,

      benar tu mas ngak ada yang maksa dlm kerja dawah ini, klu antum ngak suka jangan asal bid’ah saja.klu antum mau menegur dengan baik-baik jangan asalan mencela. sedangkan nabi MUSA as mendakwahkan firaun dengan baik-baik.apakah antum lebih sempurna atau udh dijamin antum masuk sorga?fikirkan dulu jangan asal tuding aja

  6. 10

    Abu Abdillah said,

    bismillah,, memang dakwah ini banyak diterima berbagai lapisan masyarakat karena yang mereka dakwahkan mengutamakan fadhail amal (keutamaan amal) dan menghindari dakwah pada ilmu mashail (kaidah bid’ah, kufur, syirik dan terutama dakwah tauhid dll), padahal dakwah tauhid menjadi tujuan utama dakwah para nabi dan sebab diutusnya para nabi dan rasul. mereka bermudah mudahan dalam menerima hadits dan riwayat yang disandarkan kepada rasulullah dan para sahabat terutama sahabat umar radhiallahu ‘anhu, betapa banyak manusia tergelincir kedalam ibadah yang tidak pernah di ajarkan rasulullah salallahu alaihi wasalam karena bermudah mudahan mengamalkan hadits dho’if dan maudhu, bahkan banyak yang mempercayai cerita2 khurafat. para jamaah tabligh begitu meyakini bahwa tangan rasulullah keluar dari dalam kuburun kepada seorang yang masih hidup. dimana aqidah mereka??

    ::> Abu Abdillah
    Banyak juga orang tergelincir dan merasa diri mempunyai aqidah yang kuat, hanya dengan membaca kitab ini dan kitab itu, sambil mengatakan bahwa ini begini dan siini begitu…
    Sebenarnya perbedaan pendapat masalah fadhail amal, hadits dhaif dan lain-lain itu sudah selesai Mas, kenapa kita masih meributkan…?

  7. 11

    Abu Abdillah said,

    pendapat yang mematikan ilmu,Allahul Musta’an,,

    ::> Abu Abdillah
    Aduh mas capek, mari kita berfastabiqul khairat saja, masalah aqidah, keikhlasan, hati dan lain-lain mari kita serahkan pada Allah SWT. Mudah-mudahan Allah SWT membenarkan dan menerima iman dan amal kita…

  8. 12

    EKO said,

    Ya ALLAH jangan LEMPARKAN HAMBA dari USAHA dakwah…..
    Hamba LEMAH ya Allah…
    PERBAIKI IMAN KAMI, SHOLAT KAMI, ILMU , DZIKIR, MUAMALAH, MUASYARAH DAN AKLAK …..
    DAN JADIKAN KAMI SEMUA PEJUANG, PENERUS RISALAH NABI MU YA ALLAH…..

  9. 13

    Semoga Allah menerima pengorbanan kita semua. Do’akan ana supaya segera 4 bulan ke IPB. Amin..

    ::> Armansyah Effendy
    Amin taqabbal duaana ya Allah

  10. 14

    doakan ana,agar Allah kekalkan dalam usaha da’wah sampai mati….

    ::> Bach Hariyanto
    Amin, taqabbal duaana ya Allah…


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: