:: Tabligh, Menegasikan Peran Perempuan ?

Dalam berbagai kegiatan di markaz Tabligh, di masjid tempat jamaah melakukan khuruj, atau bahkan di ijtima’ (pertemuan) tingkat dunia di Raiwind, Pakistan atau di Tongi, Bangladesh, pemandangan yang paling dominan adalah keramaian jamaah lelaki saja, jamaah perempuan bisa dikatakan nol kehadiran dan keterlibatannya dalam forum-forum tersebut.

Pertanyaannya sekarang adalah dimanakah tempat kaum perempuan dalam usaha Tabligh ? Apakah mereka hanya boleh tinggal di dalam rumah saja sambil mengurus seluruh keperluan dan urusan rumah tangga selama sang suami pergi menjalankan usaha dakwah ? Kenapa di dalam usaha ini tidak ada pengurus khusus perempuan, misalnya di tingkat ranting, cabang hingga ke tingkat pusat, sebagaimana jamaknya sebuah organisasi ?

Untuk menjawab berbagai pertanyaan tersebut tentu memerlukan waktu dan uraian yang sangat panjang. Cara yang lebih sederhana untuk mengetahui peran dan kedudukan perempuan dalam usaha Tabligh antara lain dapat dirunut dari kitab yang dijadikan pedoman usaha tersebut. Dari pembacaan kitab tersebut kita akan dapat mengetahui bagaimana idealitas dan peran untuk kaum perempuan yang hendak dibangun dalam usaha ini.

Salah satu kitab rujukan yang dapat dibaca dalam kaitannya dengan peran tersebut adalah kitab Hikayatush Shahabah tulisan Maulana Zakariya Kandahlawi. Kitab tersebut berisi kisah-kisah pengorbanan dan perjuangan Rasulullah SAW bersama para sahabatnya dalam membangun dan menegakkan agama, di dalamnya juga memuat kisah-kisah para sahabiyah. Di Indonesia, kitab ini dibundel dalam satu kitab “Fadzail A’mal”. Kisah-kisah dalam kitab tersebut dijadikan sebagai inspirasi dan motivasi untuk menghidupkan usaha agama termasuk di kalangan kaum perempuan.

Untuk mewujudkannya, maka secara berkala, kaum perempuan (tentu saja disertai dengan mahramnya) terlibat secara aktif dalam program ta’lim dan program khuruj dalam jangka waktu tertentu. Program-program yang dirancang untuk kaum perempuan ini biasa disebut dengan program Masturah.

***

Peran kaum perempuan di dalam usaha Tabligh ini pernah dibahas oleh Barbara D. Metcalf, seorang pengajar di Department of History at the University of California, Davis. Dalam sebuah papernya yang berjudul “Islam and Women the Case of Tablighi Jamaat “, ia menulis bahwa kaum perempuan juga terlibat aktif dalam usaha ini, karena mereka selalu dimotivasi bahwa tugas dakwah adalah tugas semua orang Islam, tidak terbatas pada lelaki saja, kaum perempuan juga harus berperan aktif dalam usaha ini. Tujuannya sama, cuma tekanannya saja yang berbeda, kaum lelaki menyebarkan agama di kalangan lelaki, sementara kaum perempuan bertugas menghidupkan agama di kalangan perempuan dan anak-anak. Dorongan kaum perempuan sangat diperlukan untuk memotivasi anggota keluarganya untuk terus aktif dalam usaha ini .

Dalam pandangan Metcalf, selama ini banyak orang melihat gerakan Tabligh dari satu sisi saja, yaitu sisi sering gagalnya seorang lelaki yang aktif dalam usaha Tabligh dalam memenuhi tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga, karena seringnya mereka meninggalkan rumah. Stereotip semacam ini tidak hanya datang dari kalangan pengamat luar saja, dari kalangan umat Islam sendiri juga banyak yang melihat dengan kacamata semacam itu.

Padahal sebenarnya, dalam pandangan Metcalf, di balik program yang dijalani tersebut, terdapat berbagai program pembelajaran dan pelatihan yang cukup menarik untuk dikaji. Ketika seorang melakukan khuruj, disamping belajar mengidupkan amalan-amalan agama, mereka juga harus menjalani berbagai program yang melatih orang selalu berendah hati, bertanggung jawab terhadap keputusan bersama serta melatih kecerdasan sosial lainnya.

Seorang lelaki yang sedang khuruj mau tidak mau juga akan belajar mengerjakan pekerjaan domestik yang selama ini dipandang sebagai pekerjaan kaum perempuan, seperti mencuci, memasak, menghidangkan makanan bagi para jamaah. Kelak ketika pulang, insyaallah ia akan menjadi lebih lembut, lebih pintar memasak dan lebih ringan terjun mengerjakan berbagai pekerjaan rumah tangga yang selama ini mungkin tak pernah disentuhnya.

Sementara seorang perempuan yang ditinggalkan suami, ayah atau anaknya, tanpa disadari sebenarnya juga tengah belajar menjalani tugas-tugas yang selama ini menjadi “monopoli” para lelaki, yaitu memanaje sebuah keluarga dengan segala permasalahannya. Nah Lho !

Anda, kaum bapak, yang ingin belajar intens masalah agama dengan cara yang simpel dan murah, atau ingin pintar memasak dan tak malas-malas untuk membantu mencuci serta berlemah-lembut dengan keluarga, atau Anda, kaum ibu, yang ingin lebih mudah menghidupkan agama di rumah, sesekali belajar menjadi kepala keluarga atau ingin mempunyai suami dan anak yang lebih santun dan lembut, insyaallah tak ada salahnya untuk mencoba pembelajaran metode seperti ini ! Wallahu a’lam.

 

 

 

17 Responses so far »

  1. 1

    Abu Qiyan said,

    Jama’ah tabligh … telah membuka jalan hidup bagi saya…
    Sehingga saya tahu arah hidup saya..Sekarang saya sedang belajar jalani hidup saya ikut cara sunnah Rasulullah SAW. Saya minta dorong do’a dari semua Jama’ah. S’moga kita semua jadi asbab hidayah
    dan selamat dunia akhirat, Amin
    Bandung, 21 Mei 2008

    >> Abu Qiyan :
    Amin, mudah-mudahan Allah istiqomahkan kita di jalan dakwah

  2. 2

    Muhammad Amin said,

    masya Alloh asbab gerak jema’ah masturoh semua wanita akan ada fikir,risau untuk umat.Do’a kan ana mdh2an di bulan depan ana bisa kuruj masturoh…..

    >> Muhammad Amin :
    Mudah-mudahan Allah beri kepahaman kepada kita, istri, anak-anak kita dan ummat seluruh alam. Karguzarinya ditunggu setelah keluar maturah !

  3. 3

    fatimah said,

    inysa-A peran seoarang masturah sangat dibutuhkan dlm penyebaran agam ini. krn wanita adlh motofasi bagi para rijalnya.. doain ana juga ingin cpt2 khuruj masturah ni.. tapi skrng masih ikrom ortu ni.. semangat semua u para karkn2 & masturah2. apabila qt ingin bertetangga denagn rosul tentunya qt harus bekorbankan untuk agama ini termasuk masa muda kita..

    >> fatimah :
    Amin. Mudah-mudahan istri, anak, ibu dan saudara perempuan kita dipilih oleh Allah SWT untuk ikut aktif dalam usaha yang mulia ini

  4. 4

    zakiah said,

    betul itu fatimah.. kita sama2 berusaha untuk menjadi masturah yang sejati.. walaupun sekarang kita baru ngerasain kulit2nya dalam dakwah yang di contohkan nabi ini.. sama ana juga ingin cepat2 khuruj masturah ni.. tapi rijalnya lom ada. doain ya.. he.. he..

    >> zakiah :
    Semoga Allah SWT istiqomahkan kita dalam usaha dakwah ini. Doa untuk kita semua

  5. 5

    isa said,

    salam….alhamdulillahhhhhh…..kerja mathurat penting diadakan kerana itu sunnah nabi saw….

    >> isa :
    Insyallah, kerja masturah lah yang akan mengidupkan agama di rumah-rumah kita dan kepada para wanita, madrasah pertama bagi anak-anak kita, insyaallah

  6. 6

    isa said,

    tahun ini ana azam 40hari mathurat di mana sahaj dihantar…tolong doa untuk ana….insyaALLAH……mempercepatkan hidayat turun

    >> isa :
    Doakan juga saya ya Pak, insyaallah 15 hari dulu

  7. 7

    sulton said,

    semoga Allah beri kepahaman kepada kita, istri kita, anak2 kita, saudara2 kita, orang tua kita dalam usaha yang mulia ini. amiin

    ::> sulton
    Amiin, taqabbal duaana ya Allah

  8. 8

    irman said,

    Amin, doain ana mau 15hr masturoh secepatnya.

  9. 9

    rihay said,

    kapan ya ana bisa khuruj masturah??? bantu doa ya supaya ana bisa cpt menemukan rijal yang soleh trus langsung khuruj.. kepinginn ne.. kadang2 cemburu juga denger crt2 masturah.. skrg baru bisa nusroh ne..

    ::> rihay
    Doa, doa dan doa….insyaallah suatu saat Allah mempertemukannya

  10. 10

    syihabuddin ahmad said,

    Pengalaman ana khuruj masturah yg pertama 3hr, sungguh mempunyai kesan yg mendalam khususnya buat ahliyah sekaligus ana. alhamdulillah kehidupan rumah tangga ana lebih berkah,,.. semoga allh swt mengistiqomahkan kami dalam usaha yg mulia ini,,..
    sekarang kami sedang menunggu kelahiran anak kami yg pertama, mohon do’a dari kawan agar persalinan ahliyah ana lancar. serta anak yg kami harapkan menjadi anak yg sholeh dan dapat melanjutkan estafet usaha da’awah ini dikemudian hari..
    amien..

    ::> syihabuddin ahmad
    Mudah2an lahir anak yang sholeh/ah, dai/yah, alim/ah, hafidz/ah, abid/ah. Mudah2an Allah istiqamahkan kita dalam usaha dakwah

  11. 11

    ABU FAISHOL said,

    ANA BARU 3 HARIAN TERUS NIH, DOAIN SPY BISA KELUAR LEBIH LAMA DAN JAUH LAGI. AMIN

    ::> ABU FAISHOL
    Amiin taqabbal duaana ya Allah

  12. 12

    noodis mukhtar said,

    saya baru merasa pemeluk islam yang baru setelah saya i’tikaf di mesjid selama 3 hari dan berda’wah bagaimana yang dibuat baginda rasullullah saw bukan cara orang sekarang yang hanya pintar mengkritik karena banyak ilmu,tapi bilal r.a seorang budak tampa ilmu dan tampa apa-apa hanya ikut nabi muhammad saw saja tapi mulia, di waktu masih hidup nabi mendengar trompahnya disurga. mereka hanya berbuat tapi sikit bicara apa yang dibuat nabi itulah kita buat . sami’na wa atho’na

    ::> noodis mukhtar
    Mudah2an Allah beri kekuatan kepada kita untuk itba’ussunnah dan usaha atas itba’ussunnah ini

  13. 13

    ummi khadijah said,

    walaupun sebagai istri, belum pernah ‘nusroh’ spt.para suami (karkun) tapi saya sangat menyenangi bahkan kalau perlu suami saya sering ‘khuruj’
    karena disaat suami kita khuruj saya merasa tertantang menjadi istri yang harus menjaga harta-benda, anak-anak dengan baik, dan saya pun merasa bahwa walaupun saya tinggal dirumah tapi saya telah mendapat pahala yang sama dengan suami saya.
    pertolongan Allah SWT sering terjadi disaat suami kita khuruj.
    Hanya karena kasih sayang Allah buat kami,ketika suami saya sedang khuruj 40 hari, anak kami harus dioperasi usus buntu (mendadak, sakit hanya 1 malam) menurut dokter bedah usus buntu anak saya sudah pecah, saat itu saya tidak memiliki uang yang ada hanya Rp.200.000,-
    Subhanallah….Dokter Bedah mengharuskan operasi sore itu juga dengan jaminan dari dokter bedah tsb. dan saya tidak perlu memberikan uang. Setelah usai operasi, Allah menolong saya dengan mengirimkan uang operasi senilai Rp.10.juta.asbab seseorang dermawan.
    Saya menangis…inilah pertolongan Allah, jika kita sungguh mengorbankan harta, waktu dan nyawa sekalipun. Allah akan menggantikan CASH…
    Ini hanya sekelumit kisah …pengalaman para istri-istri karkun….tetaplah isthiqomah menjaga sholat,amalan dzikir, ta’lim wa’ talum dirumah. Amien..yaa robbal’alamin

    ::> ummi khadijah
    Lailaha illallah allahu akbar. Mudah2an Allah istiqamahkan kita dalam usaha ini…

  14. 14

    Abdul Karim said,

    Ass. Zakiah……… yang lagi nyari nih ..
    boleh ta’aruf nggak ? ya mana tau jodoh. hehehehe…
    nggak just kidding
    Allah azzawajalla telah menetapkan jodoh setiap manusia.
    Allah SWT menciptakan manusia bersuku-suku berbangsa-bangsa agar manusia saling kenal mengenal.
    susah nih nyari wanita yang sudah paham dengan usaha agama
    dan sangat langka di muka bumi Allah ini.
    maaf nih bukannya chatting.. Ya kalau bisa sekalian dehh …
    soryy ya manfaatin blognya ….

  15. 15

    shofwah said,

    sya yang pernah ikut dari berbagai harakah islamiyah, tpi setelah menikah dgn karkun, sya ikut program masturah n disini qt belajar memandang sekecil apapun amalan dalam agama merupakan suatu yang penting dalam kehidupan. n harapan saya agar setiap orang mau mengamati dan mempelajari n bantu membantu dalam rangka menghidupkan agama dalam setiap orang

  16. 16

    abdullah bony said,

    semoga Allah Swt terima kita dalam kerja yang mulia ini. Amin………….

  17. 17

    wong dheso said,

    Ada ilmu buat para masturah di http://harapandiri.wordpress.com/2008/12/17/%e2%80%9c-persiapan-sebelum-keluar-masturah%e2%80%9d/

    ::> wong dheso
    Trims informasinya, silahkan dibaca baik2


Comment RSS · TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: