:: Maulana Zakariyya Kandahlawi dan Kajian Hadits

Maulana Zakariyya Kandahlawi lahir pada tanggal 10 Ramadhan 1315 H, bertepatan dengan 12 Februari 1898, di sebuah desa bernama Kandlah di wilayah Uttar Pradesh India, dari sebuah keluarga yang mempunyai sejarah panjang dalam pengabdian pada agama. Silsilah keluarga beliau bersambung sampai kepada Sahabat besar Abu Bakar Ashshidiq RA.

Zakariyya kecil mulai belajar membaca kepada Hakim Abdur Rahman, kemudian menghafal Alquran di bawah bimbingan langsung sang ayah, Maulana Muhammad Yahya, seorang ulama besar yang cukup terpandang di India. Setelah itu belajar bahasa Persia dan bahasa Arab kepada Maulana Muhammad Ilyas, pendiri gerakan Tabligh.

Pada usia 12 tahun, Maulana Zakariyya dibawa oleh sang ayah ke Madrasah Mazahirul Ulum. Di bawah bimbingan sang ayah, beliau mempelajari bahasa Arab tingkat lanjut, teks-teks klasik, nahwu, sharaf dan ilmu mantiq.

Ketika menginjak usia 17 tahun, minat utamanya mulai terfokus pada bidang kajian ilmu hadits. Beliau mempelajari 5 dari 6 kutubussittah. Bahkan beliau sempat belajar untuk kedua kalinya kitab Sahih Bukhori dan Sunan at-Tirmidzi kepada Maulana Khalil Ahmad Saharanpuri. Selama mempelajari kitab-kitab tersebut, Maulana Zakariyya selalu menjaga wudlu’.

Maulana Zakariyya memulai karier mengajarnya pada tahun 1335 H, ketika beliau ditunjuk untuk mengajar di mata pelajaran nahwu, sharaf dan sastra. Pada tahun 1341 H, kemudian ditunjuk untuk mengajar tiga bagian dari kitab Sahih Bukhori dan pada tahun 1344 H ditambah lagi mengajar kitab Mishkat al-Masabih.

Pada tahun 1345 H, beliau berkesempatan mengunjungi tanah suci. Di Madinah beliau tinggal selama 1 tahun dan selama itu mengajar Sunan Abi Dawud di Madarasah Ulum Shar’iyyah. Di Kota Nabi ini, Maulana mulai menulis Awjaz al-Masalik ila Muwatta’ Imam Malik, syarah kitab Al-Muwatta’nya Imam Malik, ketika itu beliau berumur 29 tahun.

Ketika kembali ke India, beliau mulai lagi mengajar kitab Sunan Abi Dawud, Sunan al-Nasai, Al-Muwatta Imam Muhammad dan separuh bagian dari Sahih Bukhari, separuhnya lagi diajarkan oleh direktur madrasah. Setelah sang direktur wafat, tugas mengajar Sahih Bukhari ini diberikan seluruhnya kepada Maulana Zakariyya.

Selama hidup beliau, beliau telah mengajar separuh bagian pertama dari Sahih Bukhari selama 25 kali, mengajar seluruh kitab tersebut selama 16 kali dan mengajar kitab Sunan Abi Dawud sebanyak 30 kali. karier beliau mengajar bertahan sampai tahun 1388 H, ketika beliau menderita sakit mata yang tidak memungkinkan lagi untuk terus mengajar.

Kecintaan Maulana Zakariyya pada agama, terutama pada kajian ilmu Hadits, sangat total. Total waktu yang dihabiskan beliau untuk belajar an mengajar hadits adalah selama kurang lebih 60 tahun.

Dalam kurun waktu tersebut beliau juga telah menulis lebih dari 80 kitab yang sangat tinggi nilainya dan diakui oleh para ulama di seluruh dunia. Beberapa kitab yang beliau tulis dalam bidang kajian hadits antara lain ; Awjaz al-Masalik ila Muwatta’ Imam Malik (syarah dari kitab Muwatta Imam Malik, terdiri dari 6 jilid), Lami’ al-Dirari ‘ala Jami’ al-Bukhari (syarah dari kitab Sahih Bukhari), Syarah Muslim (syarah Sahih Imam Muslim), Juz’ Hajjat al-Wida’ wa ‘Umrat al-Nabi (Berisi tentang detilnya haji dan umroh yang dilakakukan oleh rasulullah SAW, juga memuat tentang masalah hukum haji, lokasi, dan tempat-tempat yang pernah dilalui atau disinggahi oleh Rasuulllah SAW), Khasa’il Nabawi Sharh Shama’il al-Tirmidhi (syarah dan komentar terhadap kitab al-Shama’il al-Muhammadiyya-nya Imam Tirmidzi yang beris tentang detil hadits-hadits yang berkenaan dengan peri kehidupan Nabi Muhammad SAW) dan beberapa kitab lainnya.

Detil lebih lengkap mengenai riwayat hidup beliau bisa dibaca di buku otobiografi beliau yang ditulis dengan cara yang unik oleh beliau sendiri dengan judul “Aap Beeti”, sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan judul “Otobiografi Zakariyya Al-Kandahlawi”.

***

Membaca kisah belajar, mengajar, menulis, ketekunan dan semangat Maulana Zakariyya dalam pengabdiannya kepada agama, khususnya dalam ilmu hadits harusnya membuat kita menjadi malu.

Pertanyaan sederhana untuk kita, apa yang telah kita lakukan untuk memajukan agama yang kita cintai ini ? Kayaknya belum melakukan apa-apa ya ? Kalau sudah begitu, rasanya menjadi sangat tidak pantas bagi kita memberi label atau cap negatif terhadap sosok-sosok seperti Maulana Zakariyya Kandahlawi, Maulana Ilyas Kandahlawi dan ulama-ulama yang lainnya.

Apalagi penguasaan dan pengetahuan kita seringkali pas-pasan saja, itu pun kita mendapatkannya dari sumber terjemahan, bahkan seringkali hanya copy paste dari sumber yang tidak jelas sanadnya. Wallahu a’lam

6 Tanggapan sejauh ini »

  1. 1

    mutiara berkata,

    yuk kita belajar meniru cara sahabat belajar http://www.anaksahabat.blogspot.com

    ::> mutiara
    Allahumaj’al hayatana kahayatis shahabah…
    Ya Allah jadikanlah hidup kami sebagaimana kehidupan para sahabat…

  2. 2

    Muhammad Reza Fahlevi berkata,

    Saya memiliki salah satu buku beliau yg berjudul Fadhilah Amal….
    Berkat karangan buku beliau saya termotivasi u/ melkukan ibadah lebih giat lagi…
    Smg Allah memberikan Rahmat Nya sll kpd beliau…
    Amin Ya Rabbal Alamin…

    ::> Muhammad Reza Fahlevi
    Alhamdulillah, Amiin

  3. 3

    Sheela berkata,

    saya amat tertarik dengan kitab karangan Maulana Zakariyya Kandahlawi yang saya dapati di mesjid berhampiran rumah saya di Malaysia. Naskah ini memberikan kesan yang mendalam kepada saya untuk mempertingkatkan amal, sehinggakan saya petik beberapa hadis karangan beliau dan memasukkannya di dalam tagged.com di bawah nama “Fuzah J” site dimana site untuk mencari kenalan. mudah2an ilmu itu dapat dipanjangkan untuk manfaat bersama. insya Allah Amiiinnnnn Ya Rabbal Alamiiinnnnn!!!

    ::> Sheela
    Insyaallah kita akan mendapat banyak manfaat dari menelaah kitab-kitab beliau

  4. 4

    hisyam berkata,

    testing

  5. 5

    hisyam berkata,

    bole rupanya..salam tuan yg dmuliakan Allah..saya umat nabi dari malaysia..mohon doa dari tuan..saya baru blaja2r usaha atas iman..saya memang meminati maulana zakaria dengan ilmu hadis bliau..mudh2an Allah memilih saya lagi dan lagi sampai mati..amin..

    ::> hisyam
    Insyaallah kita saling mendoakan…

  6. 6

    ali fathurrahman berkata,

    Assalamualaikum wr.wb….Orang yang tidak terjun dalam usaha ini suatu ketika akan menyesal adanya…walaupun kami didera fitnah keji tiada henti tapi memang demikianlah agar kisah sahabat dapat sedikit kami rasakan. Letih, perih, lelah, suka maupun duka tidak sebanding dengan nikmat Allah yang diberikan dengan mengenalkan kita dengan usaha ini….bahkan untuk membayar nikmat sebelah kedipan matapun tiada cukup sekira telah habis semua untuk dakwah bahkan samoai mati…………..mari berjuang saudara ….syetan telah bergelombang hendak menggiring saudara2 kita kearah kesesatan…jangan pernah ridho dan berpangku tangan ………………amr ma’ruf nahi mungkar harus tegak………niscaya kita takkan dicatat sebagai orang yang merugi dan sia2 hidupnya……..


RSS Komentar · URI Lacak Balik

Ungkapkan pendapat Anda